Sabtu, 22 Oktober 2016

🍁 *BUGHATS* 🌿

Seorang ulama dari Suriah bercerita ttg do'a yg selalu ia lantunkan. Ia selalu mengucapkan do'a seperti berikut ini.

*ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺭﺯُﻗﻨَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺮﺯُﻕُ ﺍﻟﺒُﻐَﺎﺙََ*

_"Ya Allah, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki kpd *bughats*"_

Apakah _"bughats"_ itu...?
Dan bagaimana kisahnya...?

_"Bughats"_ anak burung gagak yg baru menetas. Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yg disebut _"bughats"_. Ketika sdh besar dia menjadi gagak (_ghurab_).

Apa perbedaan antara _bughats & ghurab...?_

Telah terbukti secara ilmiah, anak burung gagak ketika baru menetas warnanya bukan hitam seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu. Kulitnya berwarna putih.

Di saat induknya menyaksikanya,  ia tdk terima itu anaknya, hingga ia tdk mau memberi makan dan minum, lalu hanya mengintainya dari kejauhan saja.

Anak burung kecil malang yg baru menetas dari telur itu tdk mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang.
Lalu bgmna ia makan dan minum...?

Allah Yang Maha Pemberi Rezeki yg menanggung rezekinya, karena Dialah yg tlh menciptakannya.

Allah menciptakan AROMA tertentu yg keluar dr tubuh anak gagak yg dpt mengundang datangnya serangga ke sarangnya. Lalu berbagai macam ulat & serangga berdatangan sesuai dengan kebutuhan anak gagak, lalu ia pun memakannya...
_Masya Allah..._

Keadaannya terus seperti itu sampai warnanya berubah menjadi hitam, karena bulunya sdh tumbuh.

Ketika itu barulah gagak mengetahui itu anaknya & ia pun mau memberi makannya hingga tumbuh dewasa & bisa terbang mencari makan sendiri.
Secara otomatis aroma yg keluar dari tubuhnya pun hilang & serangga² tdk berdatangan lagi ke sarangnya.

Dia-lah Allah, Ar Raziq, Yg Maha Penjamin Rezeki...

*... نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَّعِيشَتَهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ...*
_...Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia..._
(QS. Az-Zukhruf: Ayat 32)

Rezekimu akan mendatangimu di mana pun engkau berada, selama engkau menjaga ketakwaanmu kepada Allah, sbgmn sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam:

_"Sesungguhnya Malaikat Jibril membisikkan di dlm qalbuku bahwa seseorag tdk akan meninggal sampai sempurna seluruh rezekinya. Ketahuilah, bertaqwalah kpd Allah, dan perindahlah caramu meminta kpd Allah. Jgn sampai keterlambatan datangnya rezeki membuatmu mencarinya dgn cara bermaksiat kpd Allah. Sesungguhnya tdk akan didapatkan sesuatu yg ada di sisi Allah kecuali dgn menta'atinya."_

Jadi...
*Tidaklah pantas bagi orang-orang yang beriman berebut rezeki & seringkali tdk mengindahkan halal haramnya rezeki itu dan cara memperolehnya.*

Yuk introspeksi diri, apakah muamalah dan pekerjaan yg kita lakukan ini sudah sesuai hukum الله atau belum.  Mengetahui status hukum perbuatan dulu baru berbuat itulah sikap selayaknya seorang muslim.

*****
*اَللّٰهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.*

_“Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal,  sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” (HR. Ahmad)_

Selamat beraktifitas di hari yg penuh barakah ini dan mencari karunia الله di bumi milik-Nya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh *BUGHATS* 🌿

👳🏻 Seorang ulama dari Suriah bercerita ttg do'a yg selalu ia lantunkan. Ia selalu mengucapkan do'a seperti berikut ini.

*ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺭﺯُﻗﻨَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺮﺯُﻕُ ﺍﻟﺒُﻐَﺎﺙََ*

_"Ya Allah, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki kpd *bughats*"_

Apakah _"bughats"_ itu...?
Dan bagaimana kisahnya...?

_"Bughats"_ anak burung gagak yg baru menetas. Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yg disebut _"bughats"_. Ketika sdh besar dia menjadi gagak (_ghurab_).

Apa perbedaan antara _bughats & ghurab...?_

Telah terbukti secara ilmiah, anak burung gagak ketika baru menetas warnanya bukan hitam seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu. Kulitnya berwarna putih.

Di saat induknya menyaksikanya,  ia tdk terima itu anaknya, hingga ia tdk mau memberi makan dan minum, lalu hanya mengintainya dari kejauhan saja.

Anak burung kecil malang yg baru menetas dari telur itu tdk mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang.
Lalu bgmna ia makan dan minum...?

Allah Yang Maha Pemberi Rezeki yg menanggung rezekinya, karena Dialah yg tlh menciptakannya.

Allah menciptakan AROMA tertentu yg keluar dr tubuh anak gagak yg dpt mengundang datangnya serangga ke sarangnya. Lalu berbagai macam ulat & serangga berdatangan sesuai dengan kebutuhan anak gagak, lalu ia pun memakannya...
_Masya Allah..._

Keadaannya terus seperti itu sampai warnanya berubah menjadi hitam, karena bulunya sdh tumbuh.

Ketika itu barulah gagak mengetahui itu anaknya & ia pun mau memberi makannya hingga tumbuh dewasa & bisa terbang mencari makan sendiri.
Secara otomatis aroma yg keluar dari tubuhnya pun hilang & serangga² tdk berdatangan lagi ke sarangnya.

Dia-lah Allah, Ar Raziq, Yg Maha Penjamin Rezeki...

*... نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَّعِيشَتَهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ...*
_...Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia..._
(QS. Az-Zukhruf: Ayat 32)

Rezekimu akan mendatangimu di mana pun engkau berada, selama engkau menjaga ketakwaanmu kepada Allah, sbgmn sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam:

_"Sesungguhnya Malaikat Jibril membisikkan di dlm qalbuku bahwa seseorag tdk akan meninggal sampai sempurna seluruh rezekinya. Ketahuilah, bertaqwalah kpd Allah, dan perindahlah caramu meminta kpd Allah. Jgn sampai keterlambatan datangnya rezeki membuatmu mencarinya dgn cara bermaksiat kpd Allah. Sesungguhnya tdk akan didapatkan sesuatu yg ada di sisi Allah kecuali dgn menta'atinya."_

Jadi...
*Tidaklah pantas bagi orang-orang yang beriman berebut rezeki & seringkali tdk mengindahkan halal haramnya rezeki itu dan cara memperolehnya.*

Yuk introspeksi diri, apakah muamalah dan pekerjaan yg kita lakukan ini sudah sesuai hukum الله atau belum.  Mengetahui status hukum perbuatan dulu baru berbuat itulah sikap selayaknya seorang muslim.

*****
*اَللّٰهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.*

_“Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal,  sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” (HR. Ahmad)_

Kamis, 13 Oktober 2016

Manusia Berhati Suci

Allah SWT berfirman,

يَوْمَ لا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ، إِلا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ.

"(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. As-Syu'arâ’ [26]: 88-89).

Dia juga berfirman,

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا، فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا، قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا، وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

”...dan demi jiwa serta (demi) penyempurnaan ciptaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan, sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. asy-Syams [91]: 1-10).

_Mengapa Hati?_

Hati berperan sebagai pengendali bagi seluruh gerak langkah manusia. Makanya Rasulullah saw selalu mengingatkan agar memelihara hati dengan baik.

*"Ketahuilah bahwa dalam jasad itu terdapat segumpal daging; jika daging tersebut baik, maka seluruh tubuh pun akan menjadi baik. Sebaliknya, jika daging tersebut rusak, maka seluruh tubuh ikut rusak.”* (HR. Ibnu Majah; Shahih)

Melalui ayat di atas, Allah SWT menerangkan kepada kita bahwa _hati yang bersih dari rasa dengki dan berbagai penyakit hati merupakan faktor keselamatan dan kebahagiaan di akhirat kelak_.

Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari berbagai penyakit, seperti menyekutukan Allah, ragu, syubhat, sesat, munafik, dengki, sombong, takabbur, keinginan-keinginan tidak baik dan lain sebagainya.

Menurut Ibnu Qayyim, sebagimana disebutkan dalam kitab Al-Jawab al-Kafi, *”Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari syirik, khianat, iri dan dengki, sombong, kikir, takabbur, cinta dunia dan jabatan, dan terbebas dari penyakit yang menjauhkannya dari Allah SWT, dari keraguan akan wahyu-Nya, dari nafsu yang menentang perintah-Nya, dari keinginan yang membebani pikirannya, dan terbebas dari faktor yang menjadikannya terputus dari Allah*.
Hati yang bersih ini akan berada dalam surga dunia, surga di alam barzakh, dan surga pada hari kembali (akhirat).”

Bahkan, dalam banyak hadits, Rasulullah saw menjelaskan, bahwa _sucinya hati_ dari berbagai penyakit, seperti sifat curang, iri dan dengki, takabbur, dan sebagainya, merupakan *penyebab terbesar masuk surga*.

Anas bin Malik, salah seorang pemuka sahabat menceritakan, bahwa sekali waktu ia duduk dalam sebuah majlis bersama Rasulullah dan sahabat-sahabat lainnya. Dalam pada itu, Rasulullah saw kemudian bersabda,

"Akan tampak (masuk) kepada kalian orang (yang termasuk) dari ahli surga.”

Tak lama kemudian, masuklah seorang laki-laki dari kaum Anshar; air wudhunya menetes dari janggutnya, dan menenteng sendalnya dengan tangan kirinya.

Besoknya, Rasulullah saw berkata dengan ucapan yang sama (sebentar lagi akan masuk kepada kalian orang yang termasuk ahli surga).  Lagi-lagi muncul laki-laki itu dalam kondisi yang sama seperti kemarin (air wudhunya menetes dari janggutnya, menenteng sandalnya dengan tangan kirinya).  

Di hari ketiga, Rasulullah saw juga berkata demikian (sebentar lagi akan masuk kepada kalian orang yang termasuk ahli surga). Ternyata, laki-laki itu yang muncul kembali.

Maka, ketika Rasulullah saw telah pergi, Abdullah bin Amru bin ’Ash mengikuti laki-laki itu.

Abdullah bin Amru berkata kepadanya, ”Aku sedang berseteru dengan ayahku. Aku bersumpah tidak akan menemuinya selama tiga hari, aku berharap engkau bisa menampungku sementara waktu.”

Laki-laki itu menjawab, ”Baiklah.”

Maka, ”Pada saat itu, Abdullah pun tinggal bersamanya selama tiga malam. Namun, Abdullah tidak pernah melihat laki-laki itu bangun shalat malam. Yang ditemukannya jika laki-laki itu terbangun, dia hanya berdzikir dan bertakbir di atas tempat tidurnya sampai datang waktu subuh.”

Abdullah menuturkan, ”Aku juga tidak pernah mendengar ucapan kecuali yang baik darinya. Dan ketika tiba hari ketiga, hampir saja aku meremehkan amalannya.

Aku (Abdullah) pun bertanya padanya, ”Wahai hamba Allah, sebetulnya antara aku dan ayahku tidak ada masalah apa-apa. Namun, aku pernah mendengar Rasulullah saw bercerita tentang dirimu sampai tiga kali. Beliau saw berkata, ’Akan muncul kepada kalian seorang dari ahli surga.’
Rasulullah saw mengucapkan hal itu sebanyak tiga kali. Setiap kali beliau mengucapkannya, selama itu pula engkaulah yang muncul, sebanyak tiga kali berturut-turut. Aku penasaran hingga tinggal bersama engkau untuk mengetahui apa amalan yang engkau lakukan, dan aku akan ikuti. Akan tetapi aku tidak pernah melihat amalan yang banyak dari dirimu.
Sebetulnya apa yang engkau lakukan sehingga Rasulullah saw berkata seperti itu?"

Laki-laki itu menjawab, ”Ya, seperti yang engkau lihat, itulah amal ibadahku.”

Mendengar jawaban tersebut, Abdullah merasa tidak puas. Dia semakin penasaran. Maka, Abdullah pun terus membujuknya, agar mau mengatakannya.

Maka, laki-laki itupun berkata, ”Tidak lain, saya tidak pernah memiliki perasaan curang kepada seorang pun, saya tidak pernah merasa dengki/iri  kepada mereka atas nikmat yang Allah berikan kepada mereka.”

Lalu Abdullah pun berkata, *'Inilah yang membuat engkau memperoleh hal itu (surga), karena hal inilah yang paling sulit dilakukan.’”* (HR. Ahmad dan Nasa’i dari Anas bin Malik ra.)

Dalam hadits shahih yang lain menyatakan bahwa orang yang bersih dari rasa iri dan dengki, selalu istiqamah dan konsisten dalam iman dan takwa, dialah orang yang paling utama dan paling sempurna di sisi Allah.

Diriwayatkan dari Abdullah ibn ’Amr ra, ia berkata, ”Ada yang bertanya, ’Wahai Rasulullah, _siapa orang yang paling utama?’_
Beliau menjawab, ```’Setiap orang yang hatinya bersih dan jujur.’ ```

Mereka (sahabat) berkata, ’Orang jujur kami mengetahuinya, tapi apa yang dimaksud dengan hati yang bersih?’

Rasulullah saw menjawab, *’Yaitu bersih dan suci, tak ada dosa di dalamnya, tak ada perasaan zalim, khianat dan dengki.'” * (HR. Ibnu Majah; shahih menurut Al-Mundziri dan Al-Albani-dalam Shahih Al-Jami’).

Menurut Ibnu Qayyim, sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Jawab al-Kafi, ”Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari syirik, khianat, iri dan dengki, sombong, kikir, takabbur, cinta dunia dan jabatan, dan terbebas dari penyakit yang menjauhkannya dari Allah SWT, dari keraguan akan wahyu-Nya, dari nafsu yang menentang perintah-Nya, dari keinginan yang membebani pikirannya, dan terbebas dari faktor yang menjadikannya terputus dari Allah. Hati yang bersih ini akan berada dalam surga dunia, surga di alam barzakh, dan surga pada hari kembali (akhirat).”


Salam,
M. Yusuf Shandy, Lc. 

Rabu, 28 September 2016

Kronologi Perjalanan Hidup Manusia

17 Sept 2016

Muqodimah

"sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)." [ QS. Al-Insyiqaq:19 ]

"Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepadaNya-lah kamu dikembalikan." [ QS. Al-Baqarah:28 ]

"Mereka menjawab, "Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?" " [ QS. Gafir:11 ]

Tahap-tahap Hidup :
1. Tahap Mati I
2. Tahap Hidup I
3. Tahap Mati II
4. Tahap Hidup II
5. Kembali kepada Allah (Surga atau Neraka)

Pendapat para ulama membagi menjadi 5 tingkatan alam :
1. Alam Ruh                   => Tahap Mati I
2. Alam Rahim               => Tahap Hidup I
3. Alam Dunia                => Tahap Hidup I
4. Alam Qubur/Barzakh => Tahap Mati II
5. Alam Akhirat              => Tahap Hidup II


Minggu, 21 Agustus 2016

Pikiran Positif

*"PIKIRAN POSITIF membuat kita lapang dalam kehidupan*

Ada yang mengatakan bahwa sesungguhnya _medan peperangan terbesar_ berada di *PIKIRAN* kita, karena *PIKIRAN* itu _sangat kuat & dapat MEMPENGARUHI kehidupan seseorang._

Ada pepatah mengatakan
_”Menabur dalam *PIKIRAN* akan menuai *TINDAKAN*,_
_menabur *TINDAKAN* akan menuai *KEBIASAAN*,_
_menabur *KEBIASAAN*  akan menuai *KARAKTER”*_

*PIKIRAN* kita seumpama tanah, tanah tidak pernah peduli terhadap jenis benih apa yang hendak kita tanam.
Jika kita menabur benih jagung, tanah akan meresponsnya, lalu menumbuhkan jagung.

Apapun yang kita tanamkan dalam *PIKIRAN*, entah itu hal2 yang baik atau buruk, *PIKIRAN* kita akan segera _Menerima, Merespon & Menumbuhkannya._

Sadar atau tidak, sering kali kita memperkatakan hal2 buruk tentang diri kita sendiri, misalnya :
_- hidupku penuh masalah,_
_- aku tidak akan berhasil,_
_- sakitku tidak akan sembuh,_
_- keluargaku hancur berantakan,_
_- aku bodoh dan miskin,_
_- masa depanku suram, dsb._

Hal2 negatif yang kita ucapkan itu akan direspons oleh *PIKIRAN* kita dalam bentuk _sikap & tindakan_, yg pada gilirannya akan menghasilkan sesuatu yg sama seperti yang kita tanamkan dalam *PIKIRAN* kita.

Oleh sebab itu, *TANAMKAN* hal yang *POSITIF* di benak kita, maka kita akan menjadi luar biasa. Dan pelihara pikiran yg *BAIK & BENAR.*

Mari BIASAKAN untuk selalu berpikir :

- Saya sangat beruntung.
- Hidupku penuh berkah.
- Saya sangat bahagia.
- Keluargaku sangat bahagia.

- Saya *PASTI* mampu mengatasi masalah ini!

- Masa depanku *PASTI* cerah atas karunia Allah

- Hari ini saya *PASTI* penuh semangat!

- Saya sangat bersyukur pada Alloh atas apa yang saya miliki saat ini.

- Saya akan berjuang dengan ikhtiar terbaik saya
- Alloh *PASTI* buka jalan!
- Alloh *PASTI* menolong !
- Alloh *PASTI* sembuhkan !

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,Alloh Ta’ala berfirman,
*“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku”*
(Muttafaqun ‘alaih).

Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

Semoga Bermanfaat.
😊❤👍

Selasa, 02 Agustus 2016

Cara Memandang Nasib

Pelajaran Tauhid  yg sangat bernilai ...

Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yg sangat cantik dan gagah..

Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yg sangat tinggi.. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya.. Teman-temannya menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya..

Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandang nya..

Maka teman-temannya berkata : _"Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, kamu kaya, sekarang kudamu sudah hilang.."_
Si petani miskin hanya diam saja tanpa komentar...

Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali , bersama 5 ekor kuda liar lainnya..

Lalu teman-temannya berkata : _"Wah..! Beruntung sekali nasibmu, ternyata perginya kudamu membawa keberuntungan.."_
Si petani  tetap hanya diam saja..

Beberapa hari kemudian, anak si petani yg sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah..
Teman-temannya berkata : _"Rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah.."_
Si petani tetap diam tanpa komentar..

Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani karena tidak bisa berjalan..

Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis : _"Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang, kami harus kehilangan anak-anak kami.."_

Si petani kemudian berkomentar :
_"Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dg mengatakan nasib baik atau jelek.._
_Semuanya adalah suatu rangkaian proses yg belum selesai..._
_Syukuri dan terima keadaan yg terjadi saat ini.._
_Apa yg kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok.._
_Apa yg buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok.._
_Tetapi yg pasti, ALLAH paling tahu yg terbaik buat kita..._
_Bagian kita adalah, mengucapkan syukur dalam segala hal, sebab itulah yg dikehendaki ALLAH di dalam hidup kita ini.._
_Jalan  yg dibentangkan ALLAH belum tentu yg tercepat, bukan pula yg termudah.. tapi sudah pasti yang terbaik..."
Jd kalo ada aturan2 yg kadang2 terasa sulit....maka ...sabar...siapa tahu baik buat kita....