Minggu, 21 Juni 2015

Salah Satu Anugrah Terbesar dalam Hidupku adalah dilahirkan menjadi Seorang Muslim

Bismillahirrahmanirrahim..
.
“Pada hari ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”(QS. Al-Maidah : 3)
.
Jika mengetahui dan mendalami proses seorang mualaf dalam menemukan keislamannya dengan susah payah, menjadi kembali diingatkan pernahkah kita mensyukuri nikmatnya iman dan islam ini yang sudah kita dapatkan sejak lahir ..=’)
.
Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk meminta petunjuk-Nya, karena hanya Allah saja yang bisa membuka hati kita, menjadikan hati tunduk dan ridho terhadap kebenaran. Allah Ta’ala berfirman,
.
أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
.
“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Az-Zumar: 23).
.
"Ya Rabb..terima kasih telah memberikan anugerah terbesar dalam hidupku dengan menjadikan aku sebagai seorang muslim..sedangkan di luar sana banyak hambaMu yang lain..yang perlu dengan susah payah memperjuangkan keislamannya…”
.
Tapi Maafkan hamba jika selama ini kurang bersyukur atas nikmat iman dan islam yang kau berikan dan masih sering lalai..=`(
.
Kontribusi oleh: @gisthigandari

Kamis, 18 Juni 2015

Kisah Wanita Cantik yang Menggoda Ulama

Kisah ini terjadi pada abad pertama hijriyah, di zaman tabi’in,

“Wahai suamiku, adakah di Makkah ini laki-laki yang jika melihat wajah cantikku ini ia tidak tergoda?” tanya seorang istri kepada suaminya, sambil bercermin. Ia sangat mengagumi kecantikan yang terpantul di kaca itu

“Ada”, jawab sang suami
“Siapa?”, kata istrinya
“Ubaid bin Umair”, jawab suaminya

Sang istri diam sejenak, Ia merasa tertantang untuk membuktikan bahwa kecantikannya akan mampu menggoda laki-laki itu

“Wahai suamiku,” katanya merayu, “bolehkah aku membuktikan bahwa aku bisa membuat Ubaid bin Umair bertekut lutut di depanku?”

Sang suami terkejut dengan permintaan ekstrem itu, tetapi ia sendiri juga merasa rencana istrinya itu akan menjadi sesuatu yang menarik, untuk menguji keshalihah seorang ulama, “Silahkan, aku mengijinkanmu”

Setelah merias diri sedemikian rupa, berangkatlah wanita itu mencari Ubaid bin Umair di Masjidil Haram. Ubaid adalah seorang ulama yang lahir semasa Rasulullah صلى الله عليه وسلم masih hidup. Nama lengkapnya Ubaid bin Umair bin Qatadah Al Laitsi Al Junda’i Al Makki. Beliau wafat pada tahun 74 hijriyah

Saat menjumpai Ubaid, wanita itu berpura-pura meminta nasehat. Ia beralasan kebutuhannya amat penting, dan memintanya pindah ke pojok masjid.

Sesampainya di sana, wanita itu membuka cadarnya dan tampaklah wajah cantiknya laksana bening rembulan

“Apa yang kau lakukan?” kata Ubaid melihat kejanggalan wanita tersebut.
“Sungguh, aku mencintaimu. Aku hanya ingin jawaban darimu,” sergah wanita itu, terus berusaha menggoda Ubaid

“Sebentar,” kata Ubaid. Kini nadanya mulai naik. “Ada beberapa pertanyaan yang jika kau menjawabnya dengan jujur, maka aku akan menjawab pertanyaanmu tadi.”
“Baik, aku akan menjawabnya dengan jujur”

“Pertama, seandainya Malaikat Maut datang menjemputmu saat ini, apakah engkau senang aku memenuhi ajakanmu?”

Wanita itu tak menyangka akan mendapatkan pertanyaan yang langsung mengingatkannya dengan kematian, kemudian menjawabnya “Tidak”

“Kedua, seandainya saat ini engkau berada di alam kubur dan sedang didudukkan oleh Malaikat Munkar dan Nakir untuk ditanyai, apakah engkau senang aku penuhi ajakanmu?”

“Tidak” jawabnya

“Ketiga, seandainya saat ini semua manusia menerima catatan amalnya dan engkau tidak tahu apakah kau akan mengambilnya dengan tangan kanan atau tangan kiri, apakah engkau senang jika aku memenuhi ajakanmu?”

“Tidak”

“Keempat, seandainya saat ini seluruh manusia digiring ke timbangan amal dan engkau tidak tahu apakah timbangan amal kebaikanmu lebih berat atau justru amal buruknya yang lebih berat, apakah engkau senang jika aku memenuhi ajakanmu?”
“Tidak”

“Kelima, seandainya saat ini engkau berada di hadapan Allah untuk dimintai pertanggungjawaban atas semua nikmatNya yang telah dianugerahkan kepadamu, masihkah tersisa rasa senang di hatimu jika aku memenuhi ajakanmu?”
“Demi Allah, tidak”

“Kalau begitu wahai wanita, takutlah kepada Allah. Betapa Allah telah memberikan segalanya kepadamu”

Kini dia tak kuasa menahan air mata, Tadi dia datang ke Masjidil Haram berpura-pura mencari nasehat, kini ia benar-benar mendapatkan nasehat yang benar-benar menyentuhnya

Sesampainya di rumah, sang suami terkejut melihatnya bersedih, “Apa yang terjadi wahai istriku?” kata suaminya

“Kita ini termasuk orang yang celaka,” jawab wanita itu, kemudian ia mengambil wudhu dan shalat

Hari-hari berikutnya, ia berubah drastis. Ia tak lagi membanggakan kecantikannya. Ia tak lagi suka berdandan di setiap malam. Ia berubah menjadi ahli shalat dan puasa.

Barakallaahufiikum

Sampaikanlah dengan Hikmah

Tanda umat terbaik adalah gemar mengajak pada kebaikan (ma’ruf) dan mencegah kemungkaran (munkar) disertai beriman kepada Allah.
.
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 110)
.
Berdakwah tidak bisa hanya asal-asalan, ada modal yang mesti dimiliki. Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa ada tiga modal bagi setiap pengajak kebaikan dan pelarang kemungkaran. Modal tersebut adalah ilmu, lemah lembut dan sabar. Ilmu harus dimiliki di awal dakwah, lemah lembut harus ada di tengah-tengah memberi nasehat, dan sabar mesti ada di akhir karena barangkali ada gangguan atau hidayah belum kunjung datang pada orang yang kita dakwahi.
.
Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata, “Barangsiapa yang beribadah pada Allah tanpa ilmu, maka ia akan membuat banyak kerusakan dibanding mendatangkan kebaikan.”
.
“Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut. Dia menyukai kelembutan dan Dia akan memberi kepada kelembutan yang tidak diberikan jika seseorang bersikap kasar.” (HR. Muslim no. 2593)
.
“Sesungguhnya kalian tidak dapat menarik hati orang dengan harta kalian. Kalian hanya dapat membuat hati mereka tertarik dengan wajah berseri dan akhlak luhur kalian.” (HR. Al Bazzar dalam musnadnya dan Abu Nu’aim dalam Al Hilyah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lainnya)
.
“Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman: 17)
.
Asal memiliki tiga bekal di atas, maka seseorang sudah boleh berdakwah.
.
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari no. 3461). Yang dimaksud dengan hadits ini adalah sampaikan kalimat yang bermanfaat, bisa jadi dari ayat Al Qur’an atau hadits (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7: 360). Asalkan yang disampaikan itu benar atau shahih, bukan ilmu atau amalan yang asal-asalan dan tanpa tuntunan, maka sampaikanlah.
.
rumaysho.com. sumber @alhikmahjkt

Jumat, 12 Juni 2015

Pas Banget sama Perasaanku sekarang

Yang lagi luang, monggo dibaca

Yg lagi nganggur boleh baca ini sebentar ☺

Tak Usah Cemas Karena Merasa Tertinggal, Hidup Tak Pernah Seragam
By Camelia Virgo
Salah satu hal yang sering membuat insan yang berumur 20-an galau adalah perasaan tertinggal dibandingkan dengan teman-temannya. Ketika dia melihat sebagian dari temannya sudah mulai bergerak jauh, apa yang didapati di dirinya tidak sama dengan temannya.
Tidak hanya mengenai materi, sebagian lain mungkin mempermasalahkan yang namanya pendidikan. Atau ada yang lainnya merasa tertinggal dibidang prestasi, kemampuan, kekuatan, penampilan, dan juga dalam urusan MENIKAH dan percintaan.
Umur 20-an merupakan umur yang rentan. Seperti umur 13-an ketika seseorang mulai berjuang mencari jati dirinya, umur 20-an merupakan saat-saat dimana seseorang ingin menampakkan dirinya di lingkungannya. Dia ingin menampilkan siapa dirinya, apa kemampuannya, dan apa prestasinya.
Ini semua akan diukurnya dengan membandingkan dirinya dengan orang-orang sekitarnya. Apakah itu keluarganya, temannya, bahkan juga musuhnya. Dan yang terjadi, ketika dia melihat dirinya tidak lebih berhasil dibandingkan lingkungannya, maka akan muncul perasaan rendah diri pada dirinya.

Apakah semua manusia harus ‘sukses’ pada usia 20-an?
Saya akan mengutip tulisan Malcom Gladwell dalam buku “What the dog saw” pada bab yang berjudul terlambat panas.
Contoh-contoh yang tak dapat diabaikan Galenson adalah Pablo Picasso dan Paul Cezanne. Galenson seorang pecinta seni, dan tahu kisah hidup kedua seniman tersebut. Picasso bisa dianggap “anak ajaib”. Karirnya sebagai seniman serius bermula dengan satu mahakarya, Evocation: The Burial of Casagemas,  yang dia buat ketika berumur dua puluh. Dalam waktu singkat, Picasso membuat banyak karya terbesarnya – termasuk Les Demoiselles d’ Avignon, pada umur dua puluh enam. Picasso cocok sekali dengan gagasan kita yang biasa tentang kegeniusan.
Sementara Cezanne tidak. Jika mendatangi ruang Cezanne di Musee d’Orsay, Paris – koleksi terbaik Cezanne di dunia – kumpulan mahakarya yang akan Anda dapati sepanjang dinding belakang dilukis pada akhir kariernya. Galenson melakukan analisis ekonomi sederhana, membuat tabel harga yang dibayar pada lelang lukisan Picasso dan Cezanne dan umur ketika kedua pelukis tersebut membuat tiap lukisan.
Lukisan yang dibuat Picasso ketika berumur pertengahan dua puluhan didapati rata-rata empat kali lipat lukisan yang dibuat Picasso ketika berumur enam puluhan. Kebalikannya berlaku pada Cezanne. Lukisan-lukisan yang dibuat Cezanne pada umur enam puluhan dihargai sampai lima belas kali lebih tinggi daripada lukisan-lukisan yang dibuatnya ketika muda.

"Cepat Panas" ataupun "Lambat Panas", masing-masing punya proses panjang yang penuh perjuangan, dan itu bukan untuk dibanding-bandingkan.
Dibuku ini Malcom menggunakan kata “cepat panas” dan “lambat panas”. Picasso merupakan salah satu pemuda yang cepat panas, karena pada saat umur 20-an dia mampu menghasilkan karya terbaiknya. Sedangkan Cezanne merupakan pemuda yang lambat panas, karena karya-nya yang baik dihasilakan nya disaat usianya sudah tidak lagi muda.
Bagimu yang belum mencapai kesuksesan, bisa jadi kamu adalah mereka yang terlambat panas.  Dalam buku “time of your life” yang ditulis oleh seorang professor dari korea, Rando Kim, dia mengibaratkan manusia itu seperti bunga yang beragam. Bunga yang memiliki waktu masing-masing untuk mekar. Ada yang mekar di musim semi, ada ada yang mekar di musim gugur.
“…ingatlah bahwa kamu memiliki masa mekarmu sendiri, begitu juga dengan teman-temanmu. Musimmu belum datang,tetapi ia pasti akan datang ketika saatnya kuncupmu mekar. Mungkin kuncup itu mekar lebih lama dari yang lain, tetapi ketika tiba waktunya, kamu akan mekar dengan begitu indah dan menawan seperti bebungaan yang telah mekar sebelum dirimu. Jadi angkatlah kepalamu dan bersiaplah untuk menyambut musimmu.”

Kamis, 11 Juni 2015

Sahabatku ({})

untuk : parkatul dan indul :* :*
-sampai nangis baca ini

my one and only
partner sejak SMA kelas 2,
ga pernah duduk sebangku. tapi kalo jam istirahat selalu bareng.
ke kantin bareng. belajar bareng.
maen bareng. bercanda bareng. liburan bareng.
yang akhirnya kepisah sama jarak,
jarang ketemu,
semenjak aku kuliah di Jakarta,
satunya di Semarang, satunya di Purwokerto
ketemu cuma berapa kali setahun
tapi gak ada yang berubah

Kami,
jarang komunikasi via chat, sekalinya ketemu ya biasa aja, gak ngeliatin kangen, enggak, biasa aja, ga ada cipika cipiki, ga ada ekspresi excited saat udah lama gak ketemu, gada
gayanya kaya yang emang ketemu tiap hari.
tapi dihati, sebenernya emang kangen.
semua kerasa seadanya, ga ada yang dibuat2.

cuma sama ini orang,
saya ga pernah keluarin kata2 manis,
bawaannya geli kalau pake bahasa halus apalagi so sweet,
kasih emotikon peluk aja, em.... pernah gak ya?

entah,
liat sekeliling,
sahabat dekat di foto saling meluk, say i love you, miss you
but we are not.
hehe, she's still my best

yang terutama,
saya, gapernah ngomongin dia dibelakang dia, dan saya percaya begitupun dia. (Insyaa Allah, Wallahu'alam)
saya, didepan dia berkata seenak jidat,
dia juga gitu.
tapi saat kami tak sedang bersama, dihadapan orang lain kami saling dukung satu sama lain..
itu.
kami begini adanya, dibelakang lebih manis daripada saat bertatap muka.
bukan malah sebaliknya, didepan manis, dibelakang meringis.

kami gak riweuh,
gak kejar-kejaran fashion,
kejar-kejaran gaya,
gak pamer ini itu,
apalagi lomba lebih kece.
kami gak bikin cape satu sama lain.
makeup aja kami sama2 gak suka, wajah kami polos polos aja, kucel gak masalah.

gitulah,
seadanya,
bahagia punya orang kaya gini.
gak pernah saling nuntut, ga pernah saling jaga image.
ga pernah ada kepura-puraan, apalagi saling judge

tulisan ini acak aja, kok

semoga bisa dimengerti bahwa sahabat gaperlu sebuah pengakuan, apalagi dipaksakan.
sahabat itu kayak rasa sayang, tanpa diucapkan, dia ada rasanya, dihati.




naskah telah diedit,
berdasarkan referensi soember => ig : ghntslh