~ I share what I want to share. Whatever it is. Coz sometimes I like to write. ^^, ~
Selasa, 15 Agustus 2017
Doa Q
Sabtu, 25 Februari 2017
Zona Waktu
Seseorang masih sendiri. Seseorang menikah dan menunggu 10 tahun utk memiliki momongan. Ada juga yang memiliki momongan dalam setahun usia pernikahannya.
Seseorang lulus kuliah di usia 22th, tapi menunggu 5 tahun utk mendapatkan pekerjaan tetap; yang lainnya lulus di usia 27th dan langsung bekerja.
Seseorang menjadi CEO di usia 25 dan meninggal di usia 50 saat yg lain menjadi CEO di usia 50 dan hidup hingga usia 90th.
Setiap orang bekerja sesuai "Zona Waktu"nya masing-masing.
Seseorang bisa mencapai banyak hal dengan kecepatannya masing-masing.
Bekerjalah sesuai "Zona Waktu"mu.
Kolegamu, teman-teman, adik kelasmu mungkin "tampak" lebih maju. Mungkin yang lainnya "tampak" di belakangmu.
Setiap orang di dunia ini berlari di perlombaannya sendiri, jalurnya sendiri, dlm waktunya masing-masing. Allah punya rencana berbeda untuk masing-masing orang. Waktu berbeda utk setiap orang. Obama pensiun dr presiden di usia nya yg ke 55, dan Trump maju di usianya ke 70.
*Jangan iri kepada mereka atau mengejeknya...*
Itu "Zona Waktu" mereka.
Kamu pun berada di "Zona Waktu"mu sendiri!
Kamu tidak terlambat. Kamu tidak lebih cepat. Kamu sangat sangat tepat waktu! Tetaplah kejar keberkahan Allah…agar sampai pada muara kebahagiaan di surgaNya..
Kamu di "Zona Waktu"mu!
Semoga Allah selalu Ridho dengan segala aktivitas kita..amiin
Ada cerita
Setibanya di rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada pula yang tidak bisa. Tidak perlu bersedih karena hal ini. Mungkin ada pekerjaan lain yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."
Kemudian ia melamar dan melakukan pekerjaan lain, namun dipecat juga karena geraknya lambat. Saat itu sang istri berkata : kegesitan kaki - tangan setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?
Ia pun bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun yg berhasil, semua gagal di tengah jalan. Namun demikian, tiap kali pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh. Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkah melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara. Kemudian ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.
Akhirnya ia menjadi boss yang memiliki kekayaan berlimpah. Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, kenapa ketika masa depan nya masih suram, engkau tetap begitu percaya kepada ku ? Jawaban sang istri ternyata sangat polos dan sederhana : Sebidang tanah yg tidak cocok ditanami gandum, bisa dicoba untuk ditanami kacang. Jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, coba tanami buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam, pasti bisa berbunga, karena pada sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, pasti bisa menghasilkan panen dari nya.
Mendengar penjelasan sang istri, ia mengeluarkan air mata terharu.... Keyakinan kuat, ketabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit unggul. Semua prestasi dirinya, adalah berkah keajaiban bibit unggul yang kokoh hingga bertumbuh kembang jadi kenyataan. Di dunia ini tidak ada seorang pun yg hanya sekedar sampah, dia hanya tidak berada di posisi yang tepat. Setelah membaca cerita ini, jangan dibiarkan saja, teruskan ke orang lain. Anda akan ikut berbahagia apabila orang yg tadinya susah menjadi sukses.
Delapan kalimat di bawah ini, adalah intisari kehidupan :
1. *Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi gunung emas tidak akan bisa merasakan kebahagiaan*
2. *Orang yang tidak bisa toleran, seberapa banyak pun teman nya, akhirnya akan sendirian*
3. *Orang yang tidak tahu bersyukur, seberapa pintar pun, tidak akan sukses*
4. *Orang yang tidak bertindak nyata,
seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.*
5. *Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat pun kerja nya tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.*
6. *Orang yang tidak bisa menabung, dapat rejeki terus pun tidak akan bisa menjadi kaya.*
7. *Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bahagia.*
8. *Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, berobat terus pun tidak akan berusia panjang.* ~
Jangan tunggu, segera bagikan motivasi yang bagus ini
Minggu, 08 Januari 2017
Dahsyatnya Shalat
Habib Muhammad al-Haddar:
Yang harus Anda lakukan adalah hanya sholat dua rakaat, manfaat yang ada di dalamnya sangatlah luar biasa, dimana Allah telah menggabungkan semua hal yang baik didalam sholat.
Pertama, dalam melakukan sholat berarti Anda sedang datang mengunjungi Allah, ketika Nabi ﷺ mengunjungi Allah pada malam isra Mi'raj, beliau ﷺ berbicara kepada-Nya dengan mengatakan:
ﺍﻟﺘَّﺤﻴِّﺎﺕُ ﺍﻟﻤﺒُﺎﺭَﻛﺎﺕُ ﺍﻟﺼَّﻠﻮﺍﺕُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕُ ﻟِﻠَّﻪ
“Salam dan sejahtera, sembah bakti dan segala kebaikan bagi Allah".
Jika Anda mengatakan kalimat ini Anda akan diberikan pahala seperti melaksanakan haji.
Kedua, Anda datang mengunjungi Nabi ﷺ diwaktu Anda mengatakan:
ﺍﻟﺴَّﻼﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺃَﻳُّﻬﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻭ ﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭ ﺑَﺮﻛﺎﺗُﻪ
"Salam atasmu wahai Nabi dan rahmat Allah dan keberkatan-Nya".
Bayangkan berapa banyak kebaikan yang Anda dapatkan ketika Anda mengunjungi Nabi ﷺ.
Kemudian Anda mengatakan:
ﺍﻟﺴَّﻼﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻨﺎ ﻭ ﻋﻠﻰ ﻋِﺒﺎﺩِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤﻴﻦ
"Demikian pula mudah-mudahan (kedamaian) dianugerahkan kepada kita dan kepada segenap hamba-hamba-Nya yang Shaleh".
Ini adalah apa yang dikatakan Nabi ﷺ ketika Allah menyambutnya. Nabi ﷺ berharap untuk memasukkan semua orang sholeh kedalam golongan yang diberkahi Allah.
Kata-kata ini menjangkau setiap orang sholeh di langit dan di bumi, orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati, dan setiap orang dari mereka akan menanggapi atau menjawab ucapan Anda. Meskipun Ada sekelompok dari mereka yang tidak menjawab ucapan Anda karena mereka sedang benar-benar diserap / tenggelam dalam penyembahan Tuhan mereka dan menyaksikan-Nya, maka sebagai gantinya Allah menjawab atas nama mereka. Salah satu ulama mengatakan: "Jika saja tidak satupun dari mereka menjawab sehingga Allah sendiri yang akan menjawab atas nama mereka semua, sungguh tidak ada yang lebih besar dan lebih hebat dari hal itu".
Kemudian Anda menyelesaikan sholat dengan memberikan salam, dari salam kepada orang-orang di sebelah kanan Anda, pertama malaikat perekam amalan anda, dan kemudian semua orang sholeh di langit dan bumi. Lalu Anda memberi salam kepada orang-orang di sebelah kiri, pertama kpd malaikat perekam amalan dan kemudian kepada semua orang sholeh di langit dan bumi. Maka Allah mencatat untuk Anda sebagai perbuatan baik sebanyak sesuai dengan jumlah orang sholeh yang ada.
Semua ini anda peroleh hanya dalam dua rakaat sholat! (Sholat apa saja, baik yang wajib atau sunnah).
Segala puji bagi Allah untuk berkat dan nikmat Islam, berkat mengikuti Rasulullah ﷺ , dan berkat sebagai anggota umatnya. Kita harus bersukacita untuk semua kebaikan yang Allah telah siapkan bagi kita dan sukacita ini hanya sempurna jika kita meninggal di atas la ilaha illallah...
Allahumma sholli alaa Sayyidina Muhammad wa alaa aalihi wasohbihi wabarik wasallim...
Jumat, 25 November 2016
Negeri Tanpa Ayah
2⃣▶AYAH itu gelar untuk lelaki yang mau dan pandai mengasuh anak bukan sekedar `membuat` anak.
3⃣▶Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi.
4⃣▶AYAH yang tugasnya cuma ngasih uang, menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Didatangi saat anak butuh saja.
5⃣▶Akibat hilangnya fungsi tarbiyah dari AYAH, maka banyak AYAH yang tidak tahu kapan anak lelakinya pertama kali mimpi basah.
6⃣▶Sementara anak dituntut sholat shubuh padahal ia dalam keadaan junub. Sholatnya tidak sah. Dimana tanggung jawab AYAH?
7⃣▶Jika ada anak durhaka, tentu ada juga AYAH durhaka. Ini istilah dari Umar bin Khattab.
8⃣▶AYAH durhaka bukan yang bisa dikutuk jadi batu oleh anaknya. Tetapi AYAH yang menuntut anaknya shalih dan shalihah namun tak memberikan hak anak di masa kecilnya.
9⃣▶AYAH ingin dido’akan masuk surga oleh anaknya, tapi tak pernah berdo’a untuk anaknya.
1⃣0⃣▶AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya tapi tak mau memuliakan anaknya.
1⃣1⃣▶Negeri ini hampir kehilangan AYAH. Semua pengajar anak di usia dini diisi oleh kaum ibu. Pantaslah negeri kita dicap fatherless country.
1⃣2⃣▶Padahal keberanian, kemandirian dan ketegasan harus diajarkan di usia dini. Dimana AYAH sang pengajar utama?.
1⃣3⃣▶Dunia AYAH saat ini hanyalah Kotak. Yakni koran, televisi dan komputer. AYAH malu untuk mengasuh anak apalagi jika masih bayi.
1⃣4⃣▶Banyak anak yang sudah merasa yatim sebelum waktunya sebab AYAH dirasakan tak hadir dalam kehidupannya.
1⃣5⃣▶Semangat qur’an mengenai pengasuhan justru mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Kita kenal Lukman, Ibrahim, Ya`qub, Imran. Mereka adalah contoh AYAH yang peduli.
1⃣6⃣▶Ibnul Qoyyim dalam kitab tuhfatul maudud berkata, “Jika terjadi kerusakan pada anak penyebab utamanya adalah AYAH”.
1⃣7⃣▶Ingatlah! Seorang anak bernasab kepada AYAH-nya bukan ibu. Nasab yang merujuk pada anak menunjukkan kepada siapa Allah meminta pertanggungjawaban kelak.
1⃣8⃣▶Rasulullah yang mulia sejak kecil ditinggal mati oleh AYAH-nya. Tapi nilai-nilai ke-AYAH-an tak pernah hilang didapat dari sosok kakek dan pamannya.
1⃣9⃣▶Nabi Ibrahim adalah AYAH yang super sibuk. Jarang pulang. Tapi dia tetap bisa mengasuh anak meski dari jauh. Terbukti 2 anaknya menjadi Nabi.
2⃣0⃣▶Generasi sahabat menjadi generasi gemilang karena AYAH amat terlibat dalam mengasuh anak bersama ibu. Mereka digelari umat terbaik.
2⃣1⃣▶Di dalam quran ternyata terdapat 17 dialog pengasuhan. 14 diantaranya yaitu antara AYAH dan anak. Ternyata AYAH lebih banyak disebut.
2⃣2⃣▶Mari ajak AYAH untuk terlibat dalam pengasuhan baik di rumah, sekolah dan masjid.
2⃣3⃣▶Harus ada sosok AYAH yang mau jadi guru TK dan TPA. Agar anak kita belajar kisah Umar yang tegas secara benar dan tepat. Bukan ibu yang berkisah tapi AYAH!
2⃣4⃣▶AYAH pengasuh harus hadir di masjid. Agar anak merasa tentram berlama-lama di dalamnya. Bukan was-was atau merasa terancam dengan hardikan.
2⃣5⃣▶Jadikan anak terhormat di masjid. Agar ia menjadi generasi masjid. Dan AYAH yang membantunya merasa nyaman di masjid.
2⃣6⃣▶Ibu memang madrasah pertama seorang anak. Dan AYAH yang menjadi kepala sekolahnya.
2⃣7⃣▶AYAH kepala sekolah bertugas menentukan visi pengasuhan bagi anak sekaligus mengevaluasinya. Selain juga membuat nyaman suasana sekolah yakni ibunya.
2⃣8⃣▶Jika AYAH hanya mengurusi TV rusak, keran hilang, genteng bocor di dalam rumah, ini bukan AYAH `kepala sekolah` tapi AYAH `penjaga sekolah`.
2⃣9⃣▶Ibarat burung yang punya dua sayap. Anak membutuhkan kedua-duanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH dan ibunya.
3⃣0⃣▶Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna terhadap logika. Kedua-duanya dibutuhkan oleh anak.
3⃣1⃣▶Jika ibu tak ada, anak jadi kering cinta. Jika AYAH tak ada, anak tak punya kecerdasan logika.
Selasa, 22 November 2016
Inspirasi
* Membawa selusin bodyguard bukan jaminan keamanan. Tapi rendah hati, ramah, dan tidak mencari musuh, itulah kunci keamanan.
* Obat dan vitamin bukan jaminan hidup sehat. Jaga ucapan, jaga hati, istirahat cukup, makan dengan gizi seimbang dan olahraga yang teratur, itulah kunci hidup sehat.
* Rumah mewah bukan jaminan keluarga bahagia. Saling mengasihi, menghormati, dan memaafkan, itulah kunci keluarga bahagia.
* Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup. Bersyukur, berbagi, dan saling menyayangi, itulah kunci kepuasan hidup.
* Kaya raya bukan jaminan hidup terhormat. Tapi jujur, sopan, murah hati, dan menghargai sesama, itulah kunci hidup terhormat.
* Hidup berfoya-foya bukan jaminan banyak sahabat. Tapi setia kawan, bijaksana, mau menghargai, menerima teman apa adanya dan suka menolong, itulah kunci banyak sahabat.
* Kosmetik bukan jaminan kecantikan. Tapi semangat, kasih, ceria, ramah, dan senyuman, itulah kunci kecantikan.
* Satpam dan tembok rumah yang kokoh bukan jaminan hidup tenang. Hati yang damai, kasih dan tiada kebencian itulah kunci ketenangan dan rasa aman.
* Hidup kita itu sebaiknya ibarat “bulan & matahari”—dilihat orang atau tidak, ia tetap bersinar. Dihargai orang atau tidak, ia tetap menerangi. Diterimakasihi atau tidak, ia tetap “berbagi”.
* Jika Anda bilang Anda susah, banyak orang yang lebih susah dari Anda.
Jika Anda bilang Anda kaya, banyak orang yang lebih kaya dari Anda. Di atas langit, masih ada langit. Suami, istri, anak, jabatan, harta adalah “titipan sementara”. Itulah kehidupan.
* Nikmatilah hidup selama Anda masih memilikinya dan terus belajar untuk bersyukur dengan keadaanmu! Karena Anda tidak akan tahu kapan Sang Pemilik Raga akan datang dan mengatakan pada Anda, *“Ini saatnya pulang!”— memaksa Anda meninggalkan apa pun yang Anda cintai, dan Anda banggakan, serta sombongkan.
Bob Sadino
Sabtu, 12 November 2016
4 Level Rezeki
"Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya."
(QS. 11: 6)[⋅}
Artinya Allah akan memberikan kesehatan, makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yang terendah.
2. REZEKI LEVEL KEDUA
"Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya"
(QS. 53: 39)
Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Jika ia bekerja dua jam, dapatlah hasil yang dua jam.
Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh-sungguh, ia akan mendapat lebih banyak.
Tidak pandang dia itu beragama apapun..
3. REZEKI LEVEL KETIGA
“... Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
(QS. 14: 7)
Inilah rezeki yang disayang Allah.
Orang-orang yang pandai bersyukur akan dapat merasakan kasih sayang Allah & mendapat rezeki yang lebih banyak.
Itulah Janji Allah! Orang yang pandai bersyukurlah yang dapat hidup bahagia, sejahtera & tentram. Usahanya akan sangat sukses, karena Allah tambahkan selalu.
4. REZEKI LEVEL KEEMPAT
".... Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”
(QS. Ath-Thalaq/65: 2-3)[⋅}
Di manapun level rezeki kita saat ini, Semoga sll dlm keberkahanNYA.. Aamiin Allahumma Aamiin
Sabtu, 22 Oktober 2016
🍁 *BUGHATS* 🌿
*ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺭﺯُﻗﻨَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺮﺯُﻕُ ﺍﻟﺒُﻐَﺎﺙََ*
_"Ya Allah, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki kpd *bughats*"_
Apakah _"bughats"_ itu...?
Dan bagaimana kisahnya...?
_"Bughats"_ anak burung gagak yg baru menetas. Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yg disebut _"bughats"_. Ketika sdh besar dia menjadi gagak (_ghurab_).
Apa perbedaan antara _bughats & ghurab...?_
Telah terbukti secara ilmiah, anak burung gagak ketika baru menetas warnanya bukan hitam seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu. Kulitnya berwarna putih.
Di saat induknya menyaksikanya, ia tdk terima itu anaknya, hingga ia tdk mau memberi makan dan minum, lalu hanya mengintainya dari kejauhan saja.
Anak burung kecil malang yg baru menetas dari telur itu tdk mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang.
Lalu bgmna ia makan dan minum...?
Allah Yang Maha Pemberi Rezeki yg menanggung rezekinya, karena Dialah yg tlh menciptakannya.
Allah menciptakan AROMA tertentu yg keluar dr tubuh anak gagak yg dpt mengundang datangnya serangga ke sarangnya. Lalu berbagai macam ulat & serangga berdatangan sesuai dengan kebutuhan anak gagak, lalu ia pun memakannya...
_Masya Allah..._
Keadaannya terus seperti itu sampai warnanya berubah menjadi hitam, karena bulunya sdh tumbuh.
Ketika itu barulah gagak mengetahui itu anaknya & ia pun mau memberi makannya hingga tumbuh dewasa & bisa terbang mencari makan sendiri.
Secara otomatis aroma yg keluar dari tubuhnya pun hilang & serangga² tdk berdatangan lagi ke sarangnya.
Dia-lah Allah, Ar Raziq, Yg Maha Penjamin Rezeki...
*... نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَّعِيشَتَهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ...*
_...Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia..._
(QS. Az-Zukhruf: Ayat 32)
Rezekimu akan mendatangimu di mana pun engkau berada, selama engkau menjaga ketakwaanmu kepada Allah, sbgmn sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam:
_"Sesungguhnya Malaikat Jibril membisikkan di dlm qalbuku bahwa seseorag tdk akan meninggal sampai sempurna seluruh rezekinya. Ketahuilah, bertaqwalah kpd Allah, dan perindahlah caramu meminta kpd Allah. Jgn sampai keterlambatan datangnya rezeki membuatmu mencarinya dgn cara bermaksiat kpd Allah. Sesungguhnya tdk akan didapatkan sesuatu yg ada di sisi Allah kecuali dgn menta'atinya."_
Jadi...
*Tidaklah pantas bagi orang-orang yang beriman berebut rezeki & seringkali tdk mengindahkan halal haramnya rezeki itu dan cara memperolehnya.*
Yuk introspeksi diri, apakah muamalah dan pekerjaan yg kita lakukan ini sudah sesuai hukum الله atau belum. Mengetahui status hukum perbuatan dulu baru berbuat itulah sikap selayaknya seorang muslim.
*****
*اَللّٰهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.*
_“Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” (HR. Ahmad)_
Selamat beraktifitas di hari yg penuh barakah ini dan mencari karunia الله di bumi milik-Nya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh *BUGHATS* 🌿
👳🏻 Seorang ulama dari Suriah bercerita ttg do'a yg selalu ia lantunkan. Ia selalu mengucapkan do'a seperti berikut ini.
*ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺭﺯُﻗﻨَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺮﺯُﻕُ ﺍﻟﺒُﻐَﺎﺙََ*
_"Ya Allah, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki kpd *bughats*"_
Apakah _"bughats"_ itu...?
Dan bagaimana kisahnya...?
_"Bughats"_ anak burung gagak yg baru menetas. Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yg disebut _"bughats"_. Ketika sdh besar dia menjadi gagak (_ghurab_).
Apa perbedaan antara _bughats & ghurab...?_
Telah terbukti secara ilmiah, anak burung gagak ketika baru menetas warnanya bukan hitam seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu. Kulitnya berwarna putih.
Di saat induknya menyaksikanya, ia tdk terima itu anaknya, hingga ia tdk mau memberi makan dan minum, lalu hanya mengintainya dari kejauhan saja.
Anak burung kecil malang yg baru menetas dari telur itu tdk mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang.
Lalu bgmna ia makan dan minum...?
Allah Yang Maha Pemberi Rezeki yg menanggung rezekinya, karena Dialah yg tlh menciptakannya.
Allah menciptakan AROMA tertentu yg keluar dr tubuh anak gagak yg dpt mengundang datangnya serangga ke sarangnya. Lalu berbagai macam ulat & serangga berdatangan sesuai dengan kebutuhan anak gagak, lalu ia pun memakannya...
_Masya Allah..._
Keadaannya terus seperti itu sampai warnanya berubah menjadi hitam, karena bulunya sdh tumbuh.
Ketika itu barulah gagak mengetahui itu anaknya & ia pun mau memberi makannya hingga tumbuh dewasa & bisa terbang mencari makan sendiri.
Secara otomatis aroma yg keluar dari tubuhnya pun hilang & serangga² tdk berdatangan lagi ke sarangnya.
Dia-lah Allah, Ar Raziq, Yg Maha Penjamin Rezeki...
*... نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَّعِيشَتَهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ...*
_...Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia..._
(QS. Az-Zukhruf: Ayat 32)
Rezekimu akan mendatangimu di mana pun engkau berada, selama engkau menjaga ketakwaanmu kepada Allah, sbgmn sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam:
_"Sesungguhnya Malaikat Jibril membisikkan di dlm qalbuku bahwa seseorag tdk akan meninggal sampai sempurna seluruh rezekinya. Ketahuilah, bertaqwalah kpd Allah, dan perindahlah caramu meminta kpd Allah. Jgn sampai keterlambatan datangnya rezeki membuatmu mencarinya dgn cara bermaksiat kpd Allah. Sesungguhnya tdk akan didapatkan sesuatu yg ada di sisi Allah kecuali dgn menta'atinya."_
Jadi...
*Tidaklah pantas bagi orang-orang yang beriman berebut rezeki & seringkali tdk mengindahkan halal haramnya rezeki itu dan cara memperolehnya.*
Yuk introspeksi diri, apakah muamalah dan pekerjaan yg kita lakukan ini sudah sesuai hukum الله atau belum. Mengetahui status hukum perbuatan dulu baru berbuat itulah sikap selayaknya seorang muslim.
*****
*اَللّٰهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.*
_“Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” (HR. Ahmad)_
Kamis, 13 Oktober 2016
Manusia Berhati Suci
يَوْمَ لا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ، إِلا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ.
"(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. As-Syu'arâ’ [26]: 88-89).
Dia juga berfirman,
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا، فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا، قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا، وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
”...dan demi jiwa serta (demi) penyempurnaan ciptaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan, sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. asy-Syams [91]: 1-10).
_Mengapa Hati?_
Hati berperan sebagai pengendali bagi seluruh gerak langkah manusia. Makanya Rasulullah saw selalu mengingatkan agar memelihara hati dengan baik.
*"Ketahuilah bahwa dalam jasad itu terdapat segumpal daging; jika daging tersebut baik, maka seluruh tubuh pun akan menjadi baik. Sebaliknya, jika daging tersebut rusak, maka seluruh tubuh ikut rusak.”* (HR. Ibnu Majah; Shahih)
Melalui ayat di atas, Allah SWT menerangkan kepada kita bahwa _hati yang bersih dari rasa dengki dan berbagai penyakit hati merupakan faktor keselamatan dan kebahagiaan di akhirat kelak_.
Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari berbagai penyakit, seperti menyekutukan Allah, ragu, syubhat, sesat, munafik, dengki, sombong, takabbur, keinginan-keinginan tidak baik dan lain sebagainya.
Menurut Ibnu Qayyim, sebagimana disebutkan dalam kitab Al-Jawab al-Kafi, *”Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari syirik, khianat, iri dan dengki, sombong, kikir, takabbur, cinta dunia dan jabatan, dan terbebas dari penyakit yang menjauhkannya dari Allah SWT, dari keraguan akan wahyu-Nya, dari nafsu yang menentang perintah-Nya, dari keinginan yang membebani pikirannya, dan terbebas dari faktor yang menjadikannya terputus dari Allah*.
Hati yang bersih ini akan berada dalam surga dunia, surga di alam barzakh, dan surga pada hari kembali (akhirat).”
Bahkan, dalam banyak hadits, Rasulullah saw menjelaskan, bahwa _sucinya hati_ dari berbagai penyakit, seperti sifat curang, iri dan dengki, takabbur, dan sebagainya, merupakan *penyebab terbesar masuk surga*.
Anas bin Malik, salah seorang pemuka sahabat menceritakan, bahwa sekali waktu ia duduk dalam sebuah majlis bersama Rasulullah dan sahabat-sahabat lainnya. Dalam pada itu, Rasulullah saw kemudian bersabda,
"Akan tampak (masuk) kepada kalian orang (yang termasuk) dari ahli surga.”
Tak lama kemudian, masuklah seorang laki-laki dari kaum Anshar; air wudhunya menetes dari janggutnya, dan menenteng sendalnya dengan tangan kirinya.
Besoknya, Rasulullah saw berkata dengan ucapan yang sama (sebentar lagi akan masuk kepada kalian orang yang termasuk ahli surga). Lagi-lagi muncul laki-laki itu dalam kondisi yang sama seperti kemarin (air wudhunya menetes dari janggutnya, menenteng sandalnya dengan tangan kirinya).
Di hari ketiga, Rasulullah saw juga berkata demikian (sebentar lagi akan masuk kepada kalian orang yang termasuk ahli surga). Ternyata, laki-laki itu yang muncul kembali.
Maka, ketika Rasulullah saw telah pergi, Abdullah bin Amru bin ’Ash mengikuti laki-laki itu.
Abdullah bin Amru berkata kepadanya, ”Aku sedang berseteru dengan ayahku. Aku bersumpah tidak akan menemuinya selama tiga hari, aku berharap engkau bisa menampungku sementara waktu.”
Laki-laki itu menjawab, ”Baiklah.”
Maka, ”Pada saat itu, Abdullah pun tinggal bersamanya selama tiga malam. Namun, Abdullah tidak pernah melihat laki-laki itu bangun shalat malam. Yang ditemukannya jika laki-laki itu terbangun, dia hanya berdzikir dan bertakbir di atas tempat tidurnya sampai datang waktu subuh.”
Abdullah menuturkan, ”Aku juga tidak pernah mendengar ucapan kecuali yang baik darinya. Dan ketika tiba hari ketiga, hampir saja aku meremehkan amalannya.
Aku (Abdullah) pun bertanya padanya, ”Wahai hamba Allah, sebetulnya antara aku dan ayahku tidak ada masalah apa-apa. Namun, aku pernah mendengar Rasulullah saw bercerita tentang dirimu sampai tiga kali. Beliau saw berkata, ’Akan muncul kepada kalian seorang dari ahli surga.’
Rasulullah saw mengucapkan hal itu sebanyak tiga kali. Setiap kali beliau mengucapkannya, selama itu pula engkaulah yang muncul, sebanyak tiga kali berturut-turut. Aku penasaran hingga tinggal bersama engkau untuk mengetahui apa amalan yang engkau lakukan, dan aku akan ikuti. Akan tetapi aku tidak pernah melihat amalan yang banyak dari dirimu.
Sebetulnya apa yang engkau lakukan sehingga Rasulullah saw berkata seperti itu?"
Laki-laki itu menjawab, ”Ya, seperti yang engkau lihat, itulah amal ibadahku.”
Mendengar jawaban tersebut, Abdullah merasa tidak puas. Dia semakin penasaran. Maka, Abdullah pun terus membujuknya, agar mau mengatakannya.
Maka, laki-laki itupun berkata, ”Tidak lain, saya tidak pernah memiliki perasaan curang kepada seorang pun, saya tidak pernah merasa dengki/iri kepada mereka atas nikmat yang Allah berikan kepada mereka.”
Lalu Abdullah pun berkata, *'Inilah yang membuat engkau memperoleh hal itu (surga), karena hal inilah yang paling sulit dilakukan.’”* (HR. Ahmad dan Nasa’i dari Anas bin Malik ra.)
Dalam hadits shahih yang lain menyatakan bahwa orang yang bersih dari rasa iri dan dengki, selalu istiqamah dan konsisten dalam iman dan takwa, dialah orang yang paling utama dan paling sempurna di sisi Allah.
Diriwayatkan dari Abdullah ibn ’Amr ra, ia berkata, ”Ada yang bertanya, ’Wahai Rasulullah, _siapa orang yang paling utama?’_
Beliau menjawab, ```’Setiap orang yang hatinya bersih dan jujur.’ ```
Mereka (sahabat) berkata, ’Orang jujur kami mengetahuinya, tapi apa yang dimaksud dengan hati yang bersih?’
Rasulullah saw menjawab, *’Yaitu bersih dan suci, tak ada dosa di dalamnya, tak ada perasaan zalim, khianat dan dengki.'” * (HR. Ibnu Majah; shahih menurut Al-Mundziri dan Al-Albani-dalam Shahih Al-Jami’).
Menurut Ibnu Qayyim, sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Jawab al-Kafi, ”Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari syirik, khianat, iri dan dengki, sombong, kikir, takabbur, cinta dunia dan jabatan, dan terbebas dari penyakit yang menjauhkannya dari Allah SWT, dari keraguan akan wahyu-Nya, dari nafsu yang menentang perintah-Nya, dari keinginan yang membebani pikirannya, dan terbebas dari faktor yang menjadikannya terputus dari Allah. Hati yang bersih ini akan berada dalam surga dunia, surga di alam barzakh, dan surga pada hari kembali (akhirat).”
Salam,
M. Yusuf Shandy, Lc.
Rabu, 28 September 2016
Kronologi Perjalanan Hidup Manusia
Muqodimah
"sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)." [ QS. Al-Insyiqaq:19 ]
"Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepadaNya-lah kamu dikembalikan." [ QS. Al-Baqarah:28 ]
"Mereka menjawab, "Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?" " [ QS. Gafir:11 ]
Tahap-tahap Hidup :
1. Tahap Mati I
2. Tahap Hidup I
3. Tahap Mati II
4. Tahap Hidup II
5. Kembali kepada Allah (Surga atau Neraka)
Pendapat para ulama membagi menjadi 5 tingkatan alam :
1. Alam Ruh => Tahap Mati I
2. Alam Rahim => Tahap Hidup I
3. Alam Dunia => Tahap Hidup I
4. Alam Qubur/Barzakh => Tahap Mati II
5. Alam Akhirat => Tahap Hidup II
Minggu, 21 Agustus 2016
Pikiran Positif
Ada yang mengatakan bahwa sesungguhnya _medan peperangan terbesar_ berada di *PIKIRAN* kita, karena *PIKIRAN* itu _sangat kuat & dapat MEMPENGARUHI kehidupan seseorang._
Ada pepatah mengatakan
_”Menabur dalam *PIKIRAN* akan menuai *TINDAKAN*,_
_menabur *TINDAKAN* akan menuai *KEBIASAAN*,_
_menabur *KEBIASAAN* akan menuai *KARAKTER”*_
*PIKIRAN* kita seumpama tanah, tanah tidak pernah peduli terhadap jenis benih apa yang hendak kita tanam.
Jika kita menabur benih jagung, tanah akan meresponsnya, lalu menumbuhkan jagung.
Apapun yang kita tanamkan dalam *PIKIRAN*, entah itu hal2 yang baik atau buruk, *PIKIRAN* kita akan segera _Menerima, Merespon & Menumbuhkannya._
Sadar atau tidak, sering kali kita memperkatakan hal2 buruk tentang diri kita sendiri, misalnya :
_- hidupku penuh masalah,_
_- aku tidak akan berhasil,_
_- sakitku tidak akan sembuh,_
_- keluargaku hancur berantakan,_
_- aku bodoh dan miskin,_
_- masa depanku suram, dsb._
Hal2 negatif yang kita ucapkan itu akan direspons oleh *PIKIRAN* kita dalam bentuk _sikap & tindakan_, yg pada gilirannya akan menghasilkan sesuatu yg sama seperti yang kita tanamkan dalam *PIKIRAN* kita.
Oleh sebab itu, *TANAMKAN* hal yang *POSITIF* di benak kita, maka kita akan menjadi luar biasa. Dan pelihara pikiran yg *BAIK & BENAR.*
Mari BIASAKAN untuk selalu berpikir :
- Saya sangat beruntung.
- Hidupku penuh berkah.
- Saya sangat bahagia.
- Keluargaku sangat bahagia.
- Saya *PASTI* mampu mengatasi masalah ini!
- Masa depanku *PASTI* cerah atas karunia Allah
- Hari ini saya *PASTI* penuh semangat!
- Saya sangat bersyukur pada Alloh atas apa yang saya miliki saat ini.
- Saya akan berjuang dengan ikhtiar terbaik saya
- Alloh *PASTI* buka jalan!
- Alloh *PASTI* menolong !
- Alloh *PASTI* sembuhkan !
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,Alloh Ta’ala berfirman,
*“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku”*
(Muttafaqun ‘alaih).
Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.
Semoga Bermanfaat.
😊❤👍
Selasa, 02 Agustus 2016
Cara Memandang Nasib
Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yg sangat cantik dan gagah..
Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yg sangat tinggi.. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya.. Teman-temannya menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya..
Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandang nya..
Maka teman-temannya berkata : _"Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, kamu kaya, sekarang kudamu sudah hilang.."_
Si petani miskin hanya diam saja tanpa komentar...
Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali , bersama 5 ekor kuda liar lainnya..
Lalu teman-temannya berkata : _"Wah..! Beruntung sekali nasibmu, ternyata perginya kudamu membawa keberuntungan.."_
Si petani tetap hanya diam saja..
Beberapa hari kemudian, anak si petani yg sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah..
Teman-temannya berkata : _"Rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah.."_
Si petani tetap diam tanpa komentar..
Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani karena tidak bisa berjalan..
Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis : _"Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang, kami harus kehilangan anak-anak kami.."_
Si petani kemudian berkomentar :
_"Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dg mengatakan nasib baik atau jelek.._
_Semuanya adalah suatu rangkaian proses yg belum selesai..._
_Syukuri dan terima keadaan yg terjadi saat ini.._
_Apa yg kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok.._
_Apa yg buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok.._
_Tetapi yg pasti, ALLAH paling tahu yg terbaik buat kita..._
_Bagian kita adalah, mengucapkan syukur dalam segala hal, sebab itulah yg dikehendaki ALLAH di dalam hidup kita ini.._
_Jalan yg dibentangkan ALLAH belum tentu yg tercepat, bukan pula yg termudah.. tapi sudah pasti yang terbaik..."
Jd kalo ada aturan2 yg kadang2 terasa sulit....maka ...sabar...siapa tahu baik buat kita....
Senin, 01 Agustus 2016
Tentang TIGA
*1. Waktu *
*2. Ucapan *
*3. Kesempatan *
Jagalah itu, jangan sampai kau menyesal karenanya.
Ada 3 hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang:
*1. Amarah *
*2. Keangkuhan *
*3. Dendam *
Hindarilah ia.
Ada 3 hal yang tidak boleh hilang :
*1. Harapan *
*2. Keikhlasan *
*3. Kejujuran *
Peliharalah ketiganya.
Ada 3 hal yang paling berharga : 🖊
*1. Kasih Sayang *
*2. Cinta *
*3. Kebaikan *
Pupuklah itu semua.
Ada 3 hal dalam hidup yang tidak pernah pasti:🖊
*1. Kekayaan*
*2. Kejayaan*
*3. Mimpi*
Jangan terobsesi karenanya.
Ada 3 hal yang dapat membentuk watak seseorang : 🖊
*1. Komitmen*
*2. Ketulusan*
*3. Kerja Keras*
Upayakanlah.
Ada 3 hal yang membuat kita sukses :🙏🏻
*1. Tekad*
*2. Kemauan*
*3. Fokus*
Usahakan dengan sungguh-sungguh
Ada 3 hal yang tidak pernah kita tahu : 🖊
*1. Rejeki*
*2. Umur *
*3. Jodoh *
Mintalah pada Allah. 🙏🏻
TAPI, 3 hal dalam hidup yang PASTI :
*1. Tua *
*2. Sakit *
*3. Kematian *
Kamis, 21 Juli 2016
Sebuah Renungan
Copas...sebelah begini :
Pernahkah
sesama orang pelit
bersatu, misal membuat asosiasi atau komunitas?
Hehe..
nggak pernah.
Ternyata
orang pelit saja
nggak suka sama orang pelit lainnya.
Betul?
Apalagi
orang dermawan
Orang pelit,
adakah gunanya?
"Orang dermawan dan orang pelit, semuanya berguna bagimu.
Orang
dermawan,
memberimu pertolongan.
Orang pelit,
memberimu pelajaran.
Siapkan dirimu. Sesederhana itu.
Demikianlah pesan guru saya beberapa tahun yang lalu.
Sebelum anda mengikuti pesan-pesan pada tulisan ini, ada baiknya anda memilih posisi duduk yang nyaman.
Bukan apa-apa.
Agar tulisan berikut bisa anda nikmati dan hayati sepenuh hati.
Boleh?
Dan ini
pertanyaan pertama saya:
anda
pilih mana,
mentraktir atau ditraktir?
Begini...
Kalau
kita minta2,
otak bawah sadar
akan merekam,
"Aku
tidak mampu
dan pantas dikasihani."
Kemampuan kita akan melemah.
Sayangnya, betapa banyak orang di sekitar kita yang bersikap begitu.
Jangan-jangan anda juga termasuk, hehehe.
Hm, ngarep-ngarep ditraktir, malu dikit napa?
Ayo
miliki
#MentalKaya!
Diberi,
yah terima.
Nggak diberi,
jangan ngarep-ngarep,
jangan minta-minta.
Nabi Muhammad sering diberi hadiah dan itu diterima oleh Nabi.
Tapi, Nabi nggak pernah minta-minta.
Harga diri pun terjaga.
"Sesiapa yang meminta sesuatu kepada orang lain tanpa adanya kebutuhan, maka ia telah memakan bara api,"
(HR Ahmad)
Traktir dong!
Minta dong!
Gratis dong!
Oleh-oleh dong!
Pernah mendengar kalimat-kalimat itu?
Sering kayaknya.
Awal-awalnya cuma iseng, lama-lama jadi kebiasaan. Berurat-berakar.
Ketika kemudian diingatkan, sudah tidak mempan lagi.
Misal :
kita perlu
atau mau sesuatu,
tapi nggak punya uang, terus gimana?
Yah kerahkan tenaga.
Umpama,
anda ingin nonton konser Afgan atau Wali,
tapi nggak punya uang.
Yah kerahkan tenaga.
Dekati panitianya dan jadilah penjual tiketnya (reseller).
Begitu terjual 5 atau 10 tiket, sepertinya anda boleh masuk secara cuma-cuma.
Sekali lagi,
~ kerahkan tenaga anda,
~ berikan jasa anda.
Bukan memelas apalagi memamerkan kemiskinan.
Maaf,
ini contoh saja.
Agar anda dan saya punya mental kaya.
Oleh
karena itu,
Janganlah minta2 pulsa,
apalagi minta-minta saham. Maaf, sedikit ngelantur, hehehe.
Ingat ini.
Walaupun kaya,
tapi ia masih minta-minta pada sesama dan mempermalukan diri,
itulah mental miskin.
Kalau
mental kaya?
Walaupun belum kaya,
ia terus berbagi dan menjaga harga diri.
Anda pilih mana?
Saya menulis ini bukan untuk nyinyir atau nyindir siapapun.
Apalagi saya pribadi pernah hidup miskin selama belasan tahun.
Satu hal lagi.
Sahabat sejati akan selalu men-support bisnis temannya.
Ini juga mental kaya.
Bukannya malah murah-murahin. Sekiranya teman ngasih diskon,
yah terima.
Te-ri-ma.
Z
Tapi kita jangan minta-minta apalagi sampai murah-murahin.
Kan kasihan teman kita.y
Wong bisnisnya belum gede-gede amat.
Dulu teman saya buka bisnis ticketing.
Saya pun membeli tiket dari dia. Selalu.
Padahal, kadang harga tiketnya 5% lebih mahal daripada tempat lainnya.
Nggak masalah, saya beli terus. Karena saya bisa memaklumi. Kan dia baru buka usaha, yah wajar kalau harganya belum kompetitif.
Sekiranya saya dukung terus in sya Allah harganya akan kompetitif.
Dan benar, itulah yang terjadi kemudian.
Yakinlah...
Bahagia bukan lagi ketika mendapatkan.
Melainkan ketika membagi-bagikan.
Itulah sejatinya mental kaya.
Kalaupun mau minta-minta, cukup kepada Sang Pencipta saja.
Ke
makhluk,
mah jangan.
Apalagi ke tuyul,
hehehe.
Kalau minta sama suami? Hehehe. Apabila dulu anda sudah meminta sama Allah untuk diberikan suami yang soleh, in sya Allah suami yang soleh sudah memberikan sebelum istrinya meminta. Bukankah ciri pria sejati itu 'Sedikit bicara, banyak transfer'? Hahaha.
Saya,
Ippho Santosa,
turut mendoakan agar kita semua memiliki mental kaya.
Aamiin.
Juga kaya beneran.
Aamiin.
In sya Allah bisa,
ketika masing-masing kita sudah pantas.
Karena tulisan ini sangat penting, jangan biarkan berhenti sampai di sini saja
Demi amal jariyah kita sama-sama, akan lebih baik kalau disebarkan kepada saudara dan sahabat anda.
Jumat, 15 Juli 2016
Sholih dan Mushlih
Saudaraku, ada orang yg sholih dan ada orang yang mushlih. Orang sholih itu hampir bisa dipastikan disukai oleh semua orang. Sedangkan orang yang mushlih belum tentu disukai oleh semua orang. Mengapa? Karena orang yang sholih itu artinya orang yang baik baru sebatas untuk dirinya sendiri atau sebagai dirinya secara personal. Sedangkan orang yang mushlih itu selain akhlaknya baik secara personal, dia juga mengajak orang lain dan lingkungannya untuk menjadi lebih baik.
Rosululloh Saw. sejak muda sudah sangat dikenal sebagai pribadi yang sholih, akhlaknya mulia dan sangat bisa dipercaya. Semua orang di kota Mekkah menyukainya. Akan tetapi ketika beliau mulai menjadi sosok yang mushlih, sosok yang mengajak orang lain kepada tauhiid, kepada kebenaran dan kebaikan, maka sebagian besar orang-orang di Mekkah tidak menyukainya. Mereka bukan tidak menyukai akhlak Rosululloh Saw. yang mulia, akan tetapi mereka tidak suka diajak kepada nilai-nilai tauhiid.
Alloh Swt. berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al Ashr [103] : 1-3)
Jadi orang yang beruntung itu pertama adalah orang yang beriman. Artinya dia harus belajar agar memiliki pemahaman tentang kebenaran, sehingga setelah paham dia menjadi yakin atau iman. Kedua, adalah orang yang mengamalkan pemahamannya dengan cara beramal sholih. Dan yang ketiga, yaitu nasehat-menasehati kebenaran dalam kesabaran.
Rabu, 01 Juni 2016
Cintai aku
Cintai aku layaknya hujan yang membasahi bumi dengan lembut, membuatnya hijau dan menjadikannya sejuk, memunculkan yang terbaik darinya, melindunginya
Cintai aku seperti tanah yang menopang pepohonan nan teduh, tak selalu terlihat tapi terasa, memberi asupan penuh gizi, lagi menjadi tempat berpijaknya
Cintai aku bagai angin di tengah hari yang mendamaikan apapun yang diiterpanya, tidak menyakiti, tidak memarahi, namun mengarahkan dengan kebaikannya
Cintai aku semisal matahari di pagi hari yang memberikan harapan, menghangatkan dan menyemangati, menemani dengan kekuatan, dengan setiap kepastiannya
Cintai aku hari ini, dan esok lagi, di dunia, dan setelahnya, cintai aku karena Tuhan-Mu, ajari aku taat kepada-Nya, maka aku pasti akan menaatimu selalu
Cintai aku disini, juga disana, dimanapun engkau berada, selama jarak yang memisahkan kita karena Allah, aku tak peduli, karena kelak Allah akan satukan kita kembali
Kamis, 19 Mei 2016
Kesombongan
Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja.
Sang Guru mengangkuti air dng ember dan menyikat lantai rumahnya keras2.
Pria itu bertanya:
Apa yg sedang anda lakukan ?
Guru pun menjawab:
Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasehat.
Saya memberikan banyak nasehat yg bermanfaat bagi mereka dan mereka pun nampak puas sekali.
Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya MERASA menjadi orang yang hebat.
Kesombongan saya mulai bermunculan. karena itu saya melakukan ini, untuk membunuh perasaan sombong saya.
Sahabat.
Sombong adalah penyakit yg sering menghinggapi kita smua, benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.
1. Ditingkat pertama, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lbh kaya, lbh rupawan, dan lbh terhormat dr pd org lain.
2. Ditingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lbh pintar, lbh kompeten, dan lbh berwawasan dibandingkan org lain.
3. Ditingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikkan. Kita sering menganggap diri kita lbh bermoral, lbh pemurah, dan lbh tulus dibandingkan org lain.
Yang menarik.
Semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya.
Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi krn kebaikkan, sulit terdeteksi karena sering kali hanya benih-benih halus di dalam batin dan hati
Cobalah setiap hari kita memeriksa hati kita.
Karena setiap hal yg baik dan yg bisa kita lakukan, adalah ANUGERAH Allah SWT semata.
Ingat Iblis dilaknat Allah, karena kesombongannya yang merasa lebih baik dari Adam as
Kita ini manusia hanya seperti debu, yg suatu saat akan hilang dan lenyap.
Kesombongan hanya akan membawa kita pada kemurkaan Allah SWT, hindarilah.....!
Mari kita renungkan bersama, janganlah kita sombong
😊😊😊
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Selasa, 26 April 2016
Kakek dan ustad muda
Alkisah suatu saat, seorang kakek yang hadir dalam sebuah pengajian yang dipimpin oleh seorang ustadz muda, bertanya: "Anakku, tadi anakku menyampaikan ceramah tentang aqidah, tentang Allah.. boleh kakek bertanya, dimanakah Allah itu?"
Sebuah pertanyaan yang membuat sang ustadz muda itu bingung, sangat dalam sekali.
Saat itu pula ia teringat pesan gurunya, jika ada yang bertanya, dimana pertanyaan itu sifatnya bukan karena ingin tahu atau ingin sekedar menguji dan kita tidak tahu jawabannya maka berikanlah jawaban seperti ini
"Sesungguhnya orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya ..."
Kakek itupun manggut-manggut sambil tertunduk beliau bertanya lagi.
"Anakku, coba ambilkan pelita itu (sebuah kaleng cat minyak yang berisi minyak tanah dan diberi api disumbunya). Boleh kakek bertanya, kapan pelita ini disebut pelita?"
Kembali sang Ustadz memberikan jawaban:
"Kakek, saya tidak bisa menjawabnya, terangkanlah
kepada saya."
Sang kakek bukannya menjawab, namun malah memberikan pertanyaan baru lagi:
"Jika kakek tiup api diatas pelita ini, kakek bertanya, tahukah kamu anakku, kemana perginya api itu ?"
ALLAHU AKBAR !! (Teriak bathin sang ustadz muda, selama ini ia tidak pernah berfikir tentang kemana perginya api ketika ditiup dari pelita yang hidup ... Oh iya ya ... kemana perginya api itu, bahkan tidak berbekas sama sekali)
Kembali ia menjawab:
"Saya tidak tahu, Kek ... Berikan ilmu itu kepada saya."
Kakek itu kembali tidak menjawabnya ...
Beliau justru menanyakan nama si ustadz muda tsb.
"Nak, siapa namamu ?"
Ustadz muda itu menjawab: "Abdullah."
Kakek itupun manggut-manggut lagi. Sang ustadz makin bertambah heran dengan kakek ini.
"Boleh Kakek bertanya lagi, dimana Abdullah itu ?" tanya sang kakek kepada ustadz muda itu.
Wah pertanyaan apa lagi ini pikirnya, untuk yang satu ini, ustadz itu menjawab: "Di depan kakek, inilah Abdullah."
Si kakek tua itu hanya menggeleng-gelengkan kepala dan merenung sejenak.
Sang ustadz-pun terbawa suasana merenung seperti kakek ini dan tiba-tiba sang kakek menepuk bahu ustadz muda sambil memanggil namanya, "Abdullah... !"
Dengan spontan ustadz itu menjawab: "Saya, Kek !"
Kakek itu tersenyum kemudian mengatakan:
"Anakku, barusan kakek merasakan adanya Abdullah, karena bagimu Abdullah itu tidak ada.
Jika kau pegang tanganmu, itu tangan Abdullah,
Jika kau pegang keningmu, itu kening Abdullah,
Jika kau pegang kepalamu, itu kepala Abdullah,
Jika kau pegang tangan dan kakimu, itu adalah tangan dan kaki Abdullah, lalu DIMANAKAH ABDULLAH ITU ??
Abdullah itu ada, saat begitu banyak orang merasakan banyaknya manfaat kehadiran dirimu, sehingga banyak orang menyebut namamu, anakku."
"Demikianlah perumpamaan Allah SWT ...
Sesungguhnya Allah itu sudah ada sebelum apapun ada di alam raya ini. Allah SWT itu sudah ada bahkan kalaupun alam raya ini tidak diciptakan olehNYA. Tapi Allah itu tidak ada "bagimu"... jika kamu tidak pernah mengerti tentangNYA.
Kau sebut langit itu adalah langit ciptaan Allah,
Kau sebut api itu adalah api ciptaan Allah,
Kau sebut air itu adalah air ciptaan Allah,
Lalu dimanakah Allah ?
Anakku, Allah SWT itu ada bagimu bila kau selalu menyebut namaNYA.
Kau dzikirkan disetiap hembusan nafasmu.
Maka kamu akan merasakan Allah selalu ada bersamamu.
Maka Allah itu ada bagimu.. Karena ada dan tidak adanya dirimu, Allah itu tetap ada ... !!" demikian si Kakek menjawab panjang.
Masya Allah ... ...
"ALLAHU AKBAR...
ALLAHU AKBAR ...
WALILLAHILHAMD ...", gumam sang ustadz.
Kakek itu bersiap untuk pergi tetapi sebelum perpisahan dengan kakek itu, ia masih penasaran dengan perumpamaan pelita yang ditanyakan tadi.
"Maaf, Kek ... Lantas apa maksud kakek dengan pelita tadi ?"
Sang kakek-pun lanjut menjelaskan:
"Pelita itu tidak bisa kamu sebut pelita tanpa ada apinya ... Ketika pelita itu tidak ada apinya ... Itu hanya bisa disebut kaleng cat minyak yang berisi minyak tanah dan bersumbu, itu saja ...
Pelita itu baru bisa kau sebut pelita, apabila kau berikan api di sumbunya ... Ini bermakna demikianlah
manusia ...
Ketika ruhnya tidak ada, maka dia ibarat hanya bangkai yang berjalan ...
Sehingga yang perlu kau hidupkan setiap hari adalah Ruh-nya ... Sehingga dia bisa menerangi dan memberikan manfaat bagi sekitarnya".
ALLAHU AKBAR ... !!! teriak bathin si ustadz muda.
Kembali sebuah nasehat yang luar biasa ini baginya, dan ketika sebelum ia cium tangannya, sang Kakek ini
membisikkan ke telinganya:
"Anakku, ingatlah saat api diatas pelita itu ditiup ... Api menghilang, tak berbekas dan kau tidak bisa melihatnya lagi ... Bahkan bentuk, rupa dan rasa panasnya, sudah tidak bisa kau lihat dan rasakan ... Bahkan kau tanyakan seribu kali kemana perginya api itu-pun kau tidak akan bisa menjawabnya ... Demikianlah dengan "Ruh", anakku ... Saat dia pergi dari jasadmu dia tidak akan membentuk apapun bagimu ...
Dia seakan-akan raib sebagaimana DZAT yang menciptakannya ...
DIA-lah Allah Subhanahuwata'ala ... Maka rawat dengan benar Ruh yang ada dalam jasadmu ...
Wassalamu'alaikum", salam sang Kakek kepada ustadz itu.
"Wa'alaikumussalaam" jawab si ustadz sembari menitikkan air mata.
Wallaahu 'alam bish-shawwab ...
Semoga bermanfaat ...
Senin, 25 April 2016
Kesulitan dan kemudahan, keduanya beriringan. Bersyukurlah!
Seorang lelaki yang sedang dirundung kesedihan datang menemui Ali bin Abi Thalib RA, ia pun berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku datang kepadamu karena aku sudah tidak mampu lagi menahan beban kesedihanku.”
Ali menjawab, “Aku akan bertanya dua pertanyaan dan jawablah !”
Lelaki itu berkata, “Ya, tanyakanlah !”
“Apakah engkau datang ke dunia bersama dengan masalah-masalah ini??” kata Ali bin Abi Thalib
“Tentu tidak” jawabnya.
“Lalu apakah kau akan meninggalkan dunia dengan membawa masalah-masalah ini??
” tanya Ali bin Abi Thalib.
“Tidak juga” jawabnya.
Lalu Ali RA berkata,,,
“Lalu mengapa kau harus bersedih atas apa yang tidak kau bawa saat datang dan tidak mengikutimu saat kau pergi ??
Seharusnya hal ini tidak membuatmu bersedih seperti ini....
Bersabarlah atas urusan dunia....
Jadikanlah pandanganmu ke langit lebih panjang dari pandanganmu ke bumi dan kau pun akan mendapat apa yang kau inginkan..
Tersenyumlah..
karena rizkimu telah dibagi dan urusan hidupmu telah diatur.
Urusan dunia tidak layak untuk membuatmu bersedih semacam ini karena semuanya ada di tangan yang Maha Hidup dan Maha Mengatur.”
Seorang mukmin hidup dalam dua hal, yaitu kesulitan dan kemudahan.
Keduanya adalah nikmat jika ia sadari.
Dibalik kemudahan ada rasa syukur.
Sementara ALLAH SWT berfirman,
“ALLAH akan Memberi balasan kepada orang yang bersyukur.”
( QS. Ali Imran: 144 )
Dan dibalik kesulitan ada kesabaran..
ALLAH berfirman,
“Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
( QS.Az-Zumar : 10 )
Bagi seorang mukmin, kesulitan dan kemudahan adalah ladang untuk menabung pahala dan hadiah dari ALLAH SWT.
Lalu kenapa masih bersedih ?
Jangan selalu mengeluh "Ohh masalahku begitu besar....
Tapi katakan pada masalah itu, Sungguh aku punya ALLAH Yang Maha Besar"
Semoga ALLAH SWT senantiasa menolong segala urusan kita dengan petunjuk jalan lurus dan rahmat dari sisi-NYA...
Aamiin Allahuma Aamiin.
@Ibnusholeh
MTDK PWM Jateng